Home > Artikel > Ujian PJJ

Ujian PJJ

Hari ini Jumat 3 Agustus 2012 kami melaksanakan Ujian pendidikan jarak jauh(PJJ) dengan dosen bapak timbul.. soal soal ujian yang merupakan latihan sehari-hari yang biasa kami lakukan membuat saya dapat cukup mudah menjawab semua pertanyaan-pertanyaan. Berikut merupakan jawaban dari Ujian PJJ :

  1. Terdapat 2 model pembelajaran pendidikan tatap muka dan pendidikan jarak jauh, untuk perbedaanya dari kedua model tersebut dari segi pengajar, peserta dan bahan ajar adalah sebagai berikut :

Segi Pengajar (Guru / Dosen)

Tatap Muka

Jarak Jauh

Pengajar harus secara langsung memberikan materinya kepada mahasiswa/siswa(directly) Pengajar TIDAK harus secara langsung memberikan materinya kepada mahasiswa/siswa(directly). Pengajar dapat memberikan bahan mata kuliahnya dan pelajarannya melalui media yang mendukung system pendidikan jarak jauh
Pengajar harus selalu datang ke sekolah / universitas setiap hari untk menyampaikan materinya kepada mahasiswa/siswa Pengajar TIDAK harus datang ke sekolah / universitas setiap hari. Di rumah pun pengajar dapat melaksanakan system Pendidikan jarak jauh dan berdiskusi dengan mahasiswanya. Bahkan di WC pun pengajar tetap dapat berdiskusi dengan siswa / mahasiswa asalkan terhubung media tertentu seperti internet
Waktu untuk keluarga pengajar banyak, dikarenakan tugas tugas pengajar yaitu mengajar siswa dan mahasiswa hanya dilakukan di jam kerja saja. Sehingga golongan ini mampu berinteraksi dengan keluarganya minimal 6 jam / hari atau dari pukul 18.00 – 23.00 Dikarenakan pengajar merupakan dosen PJJ. Maka waktu yang diperlukan pun lebih banyak dilakukan di rumah. Bahkan setiap malam pengajar masih harus membuka email dan mengirimkan jawaban-jawaban atau berdiskusi dengan mahasiswa. Contohnya bapak timbul selaku dosen PJJ harus membalas email mahasiswa satu persatu hingga larut malam
Pengajar ini dapat mengenal siswa dan mahasiswanya dengan baik, dikarenakan jumlah tatap muka bertemu langsungnya banyak Pengajar tidak dapat mengenal kepribadian siswa / mahasiswanya dengan baik dikarenakan jarangnya interaksi secara langsung, tatap muka

Segi Peserta Didik (Siswa / Mahasiswa)

Tatap Muka

Jarak Jauh

Siswa harus datang setiap hari ke kampus/sekolah Siswa harus datang ke sekolah namun pembelajaran lebih sering menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh menggunakan internet
Siswa biasanya malas mendengar ceramah dari dosen Siswa menjadi bersemangat dikarenakan selain mendapatkan pengetahuan dari dosen berupa ceramah-ceramah , siswa pun dapat mencari sendiri materinya
Siswa selalu diberikan materi dan dibimbing Siswa dilepas untuk dapat mandiri mencari sendiri materinya
Pertanyaan kepada dosen langsung bertatap muka dan menanyakan dan dijawab Dosen menjawab pertanyaan siswa melalui media seperti chatting,facebook, blog , dll
100% tatap muka 80% Mandiri, 20% tatap muka
Biaya pendidikan yang cukup mahal Biaya pendidikan terjangkau
Siswa tidak dapat mengerjakan pekerjaan sambilannya di dalam sistem pembelajaran Siswa dapat sambil mengerjakan tugas lainnya di rumah

Bahan Ajar

Tatap Muka

Jarak Jauh

Bahan ajar yang diberikan merupakan sumber sumber berupa paper,modul dan buku yang ada bentuknya (concrete) Bahan ajar berbentuk modul, E-Learning,multimedia, blog, dsb yang dapat diakses kapanpun dimanapun tanpa batasan
Bahan ajar yang dikeluarkan cukup mahal.misalnya membeli satu buah buku kisaran 50 ribu Bahan ajar murah dan berkualitas. Siswa atau mahasiswa dapat mendownload buku dan pembelajaran secara gratis.
Bahan ajar hanya tersedia di perpustakaan dan toko buku yang jam operasionalnya hanya dari jam 09.00 sd 21.00 Internet, E-Learning, blog, multimedia dapat diakses kapanpun dimanapun asalkan terhubung dengan media yang tepat.
Untuk mencari bahan ajar dari luar negeri diperlukan waktu yang cukup lama One touch to get information.
  1. Peranan media pembelajaran sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan PJJ, criteria yang dibutuhkan dari sebuah media pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar dalam PJJ :
  • Fungsionality : Media pembelajaran harus berfungsi dengan baik. Percuma saja bagus tapi tidak berfungsi sesuai dengan tujuan media pembelajaran itu. Media pembelajaran juga harus tepat guna dan tepat sasaran, seperti misalnya diberikan seperangkat computer yang harus dimanfaatkan sebagai media pembelajara, bukan disimpan didalam gudang
  • Durability : Ketahanan dari gangguan merupakan media yang paling dibutuhkan saat ini. Misalnya bahan pembelajaran seperti di kertas jika disimpan terlalu lama akan kusut,sobek bahkan hilang, maka carilah media lain yang tahan dari gangguan, seperti internet yang bahan pembelajarannya tidak akan hilang, dikarenakan tersimapn di server
  • User Friendly : Memudahkan pengguna untuk dapat menggunakan media pembelajaran ini. Percuma menggunakan database mysql untuk pembelajaran, namun peserta didik nya tidak dapat memahami fungsi dari mysql dengan baik dan benar sehingga hal tersebut dapat menghalangi dan menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar
  • Biaya murah dan cepat : saat ini kebutuhan pokok telah naik drastis, apakah harus ditambah dengan biaya pendidikan yang mahal pula??? Tidak! Maka dari itu solusi untuk pembelajaran yang terbaik adalah dengan biaya murah dan cepat diakses
  • Dapat menciptakan terjadinya interaksi antara dosen dan mahasiswa

Menurut 3 kriteria diatas, menurut saya semua media pembelajaran mempunya kekurangan dan kelebihan masing-masing tergantung dari sudut mana kita melihat kekurangan dan kelebihan media tersebut.

  1. Faktor pendukung maupun kendala perkembangan PJJ di Indonesia:

Faktor Pendukung :

  • Sudah mulai banyaknya dosen-dosen yang berkompeten di bidang PJJ
  • Teknologi Informasi komunikasi sudah cukup berkembang yang merupakan infrastruktur utama dari sistem PJJ
  • Sudah adanya institusi yang bergerak di bidang PJJ, tidak hanya UT saja
  • Kepedulian dari civitas akademika

Faktor Penghambat :

  • Sarana dan prasarana dari pemerintah RI yang kurang memadai untuk bidang pendidikan. Coba saja jika Universitas Terbuka memiliki kampus yang sama kualitas sarana dan prasarananya dengan universitas lainnya, maka sistem PJJ akan lebih baik lagi
  • Biaya pendidikan yang cukup mahal sehingga tidak semua orang dapat mengikuti pendidikan jarak jauh ini.
  • Masih minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia seputar PJJ, dikarenakan orang-orang lebih memilih ke pendidikan formal biasa (regular)
  • Resources yang kurang banyak. Jika di Indonesia terdapat beberapa ribu tenaga kependidikan di PJJ, maka telah dipastikan PJJ akan lebih baik
  • Rawannya pembajakan, Pencurian data-data di Bidang IT
  • Masih kurangnya peminat dalam PJJ
Categories: Artikel
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s