Home > Artikel > Mahasiswa,Sampah visual dan kerusakan Lingkungan

Mahasiswa,Sampah visual dan kerusakan Lingkungan

Sengaja nih buat artikel tentang Lingkungan hidup, buat memperingati hari Lingkungan (6 JUNI ) ntar.. tapi mungkin essay nya agak melenceng dikit dari tema utama,,hehe.. tp masih ttep berhubungan sama lingkungan hidup,,kali ini bahasa di artikel nya juga dibuat dengan bahasa baku,, hehe . yes, let’s begin..

Sebagian masyarakat perkotaan tidak menyadari, saat ini lingkungan kita sedang terancam oleh sampah visual yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Apakah sampah visual itu? Dimana dapat kita temui sampah visual itu?

Sampah visual merupakan suatu bentuk kerusakan yang secara tidak sadar kerusakan tersebut membuat lingkungan kita tidak lagi bersih,rapih dan indah di mata kita. Kerusakan visual dapat kita temui, di jalan-jalan protokol  maupun jalan kecil hingga di tempat-tempat fasilitas umum, seperti jembatan,halte,sarana olahrga bahkan tiang Listrik sekalipun.

Apakah bentuk dari kerusakan visual itu?

Bermacam-macam bentuk kerusakan visual yang dapat kita temui di Lingkungan kita, sebut saja dibawah jembatan Layang Pasupati, disana banyak sekali coretan-coretan dalam bentuk opini individu maupun coretan-coretan yang “tidak memiliki arti” yang tertuang di tembok jembatan tersebut ,coretan yang menggambarkan keadaan hati si pembuat, sampai dengan coretan yang bersifat politik,semua ada disana.Jembatan pasupati adalah serambi Jawa Barat dimana semua wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara senantiasa menggunakan jalan ini ketika mereka akan menuju kota kembang ini, tentu saja cerminan kesemrawutan kota Bandung akan tampak terlihat pada pandangan pertama mereka memasuki kawasan ini. Inilah secara tidak langsung promosi beragam coret-coretan tersebut yang dalam istilah-nya disebut dengan Grafiti dan kita pun berfikir betapa rusaknya fasilitas umum kita dengan dinodai oleh coretan tersebut.

Lain Jembatan layang pasupati,lain juga dengan daerah Jln.dipati ukur Bandung. Sepanjang jalan yang terletak kampus Universitas Padjajaran ini, terdapat banyak spanduk-spanduk atau banner yang terpampang secara “bebas” dijalan tersebut, mulai dari spanduk Promosi,penawaran maupun Penjualan, semua ada disana dalam bentuk yang beragam baik itu kecil dan besar. Si pemasang spanduk tidak menyadari bahwa spanduk-spanduk yang telah mereka pasang, membuat pemandangan kota menjadi semrawut. Itulah sebagian besar contoh sampah visual yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang banyak kita temui namun tidak kita sadari keberadaanya sangat menggangu. Belum lagi sampah visual eks pemilihan para calon legislatif yang tidak bertanggung jawab dalam arti hanya mampu memasang ketika aktifitas kampanye bergema dengan berbagai janji yang melambung namun ketika kampanye telah usai, visual para caleg tidak pernah dibersihkan kembali dan tetap terpajang dengan bentuk yang sudah rusak dan kadaluwarsa bila kita ilustrasikan dengan satu kaleng makanan ataupun minuman yang sudah kadaluwarsa maka tentu makanan kaleng ini harus segera menjadi penghuni tempat sampah nah demikian juga dengan poster yang sudah usang harus segera hilang dari pandangan mata kita. Sampah selalu identik dengan kalimat “Jorok”, “kotor” dan memang mesti dibuang.

Bagi para si pemasang poster-poster tersebut mungkin menguntungkan untuk melakukan promosi secara “gratis” dan mudah melalui spanduk dan poster di fasilitas umum, namun lebih banyak kerugian-nya diantaranya isi dari promo-promo tersebut diantaranya Banyak masyarakat yang terpengaruhi oleh iklan-iklan yang tidak jelas,berbau pornografi dan mengandung Sara. Contohnya Kita dapat melihat sendiri di pinggiran jalan, tembok-tembok telah dipenuhi oleh promosi Film Indonesia yang mengandung unsur Pornografi. Apakah pantas iklan-iklan tersebut terpampang secara jelas di media-media tembok dan dilihat anak-anak berusia dibawah 17 tahun? Bahkan anak-anak berusia dibawah 10 tahun pun dapat melihat iklan-iklan tersebut sehingga dapat memicu hal-hal negatif bagi generasi bangsa selanjutnya. Contoh lainya adalah banyaknya iklan yang memicu budaya konsumtif dikalangan remaja. Remaja saat ini banyak yang telah masuk kedalam arena “The Exhibit of Luxury” atau gaya hidup serba mewah dan konsumtif. Apa penyebabnya? Salah satu penyebab utamanya adalah dengan banyaknya iklan-iklan bebas yang menawarkan berbagai produk dengan mengatasnamakan “Gaya Hidup masa kini”. Ya, kalimat itu terbukti ampuh buat remaja-remaja yang sedang puber dan sangat mudah dicekoki dengan budaya konsumtif oleh iklan-iklan.kiranya para manajemen informasi belum memasuki kawasan informasi seperti ini sehingga informasi begitu bebas tanpa ada penyaringan.

Kerugian terbesar dengan adanya poster-poster tersebut pastinya adalah merusak keindahan kota kita, dan terlihat kotor. Coba kita tengok di berbagai fasilitas umum, misalnya di Taman dekat monumen perjuangan di Jln.Japati.disana banyak coret-coretan dengan pilok yang berisi inisial nama si pembuat,atau kisah cinta mereka yang diukir di tembok taman.Apakah yang mereka pikirkan sehingga membuat mereka menjadikan taman kota sebagai “kanvas” coret-coretan yang tertuang dari pikiran mereka.

Media apakah yang tepat untuk promosi selain menggunakan fasilitas umum? Agar tidak terjadinya kerusakan lingkungan.

Banyak sekali cara yang dapat dilakukan agar tidak menjadikan fasilitas umum kota kita sebagai ajang promosi, diantaranya, kita dapat menyewa jasa space iklan resmi yang banyak terdapat disetiap sudut kota kita tanpa menjadikan fasilitas umum sebagai tempat promosi.Cara ini banyak dipakai oleh berbagai perusahaan dari kalangan menengah keatas. Namun ada cara lain untuk melakukan promosi, yaitu dengan memanfaatkan media Koran,Majalah atau buletin. Dengan memasang iklan kita di dalam media massa ini, namun cara ini lebih efektif dan legal ketimbang menempelkan poster-poster kita di Jembatan atau di tiang Listrik yang sedikit orang yang membaca-nya dan dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan.Banyak-nya masyarakat saat ini yang butuh akan media massa, membuat iklan lebih mudah terbaca oleh banyak pihak sehingga akan mengurangi berbagai macam promosi di tempat umum. Kita pun dapat menggunakan media Internet sebagai tempat promosi produk yang telah kita buat, kita dapat memanfaatkan jasa webblogg ataupun situs yang menyediakan jasa iklan sebagai tempat promosi iklan-iklan kita karena saat ini hampir semua masyarakat perkotaan telah melek akan internet sehingga membuat iklan lebih mudah untuk dibaca masyarakat.

Cara lain untuk meningkatkan kreatifitas corat-coret individu yang tidak tersalurkan pada media-media dapat saja dibuat semacam lomba kreatifitas membuat lomba poster, grafiti dan sejenisnya seperti yang seringkali dibuat oleh gramedia group, Institut teknologi Bandung, Universitas Padjajaran dan lembaga atau universitas lainya.Lomba lukis jalan juga memancing kreatifitas secara terencana dan terstruktur serta mengandung nilai estetika yang tinggi.

Bagaimana Peran mahasiswa dalam menjaga Lingkungan serta mencegah terjadinya kerusakan lingkungan?

Seiring dengan banyaknya berbagai kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di kampus-nya, maka banyak pula promosi-promosi yang gencar dilakukan agar kegiatan tersebut sukses terlaksana. Contohnya pada tanggal 6 Desember 2009,Badan Eksekutif Mahasiswa D3 Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Padjajaran, mengadakan seminar yang bertajuk “Hacker,Black Or White” yang diadakan di kampus Universitas Padjajaran Jln.Dipati Ukur No.35 bandung. Agar memperoleh banyak audience dalam seminar tersebut, maka dibuatlah berbagai pampflet serta banner kegiatan seminar dalam berbagai bentuk, baik besar maupun kecil,namun pampflet serta banner tersebut tidak dipasang disembarang tempat apalagi di fasilitas Umum, banner-banner dan pampflet tersebut dipasang di berbagai mading kampus yang diperbolehkan melakukan promosi, baik itu promosi kegiatan maupun promosi barang. Dengan dipasangnya Iklan tersebut di mading-mading kampus,maka audience yang datang pun hanya lingkup mahasiswa dan tidak  kalangan lainya seperti pelajar SD atau SMP yang datang, sehingga promosi tersebut lebih terstruktur dan lebih effisien dalam penempatanya ketimbang dipasang di tempat-tempat fasilitas Umum.

Mahasiswa yang identik dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan Pendidikan, sosial,budaya maupun politik, pastilah membutuhkan berbagai spanduk,banner maupun pampflet untuk disebarluaskan kepada masyarakat umum mengenai program kerjanya dan kegiatan-kegiatanya. Untuk menyebarluaskan berbagai promosi-promosi tersebut, janganlah kita tempelkan disembarang tempat apalagi dengan cara ilegal dan tanpa ijin, pilihlah tempat-tempat yang sesuai dengan target program kerja kita, serta tempat yang tidak akan menggangu keberadaan fasilitas umum.misalnya dalam suatu program kerja akan mengadakan seminar dalam tajuk “Lingkungan dalam Lingkup mahasiswa”, maka kita dapat mencari audience lewat promosi-promosi dalam bentuk spanduk,pampflet,banner yang kita pasang di berbagai kampus asalkan telah mendapatkan ijin dari pihak kampus tersebut sehingga kita dapat menempelkan promo-promo tersebut dan iklan tersebut sangat efisien dalam penempatanya.Lain cerita apabila kita menempatkan iklan-iklan tersebut di jalan umum. Selain sedikit orang yang membacanya, iklan tersebut sangat tidak efisien karena kebanyakan yang membacanya bukan mahasiswa melainkan pengendara jalan walaupun sebagaian ada yang berstatus mahasiswa. Alangkah baiknya jikalau kita menempelkan promo-promo tersebut sesuai dengan tempat-nya.

Contoh lainya dalam pemasangan iklan-iklan dalam lingkup mahasiswa adalah yang dilakukan oleh mahasiswa  D3 Teknik Komputer Universitas Padjajaran yang mengadakan seminar dan pameran dengan judul “Robotik Part II”.Selain menggunakan jasa pampflet serta banner dalam promosinya, mahasiswa teknik komputer Unpad ini,menggunakan media Internet sebagai tempat promosinya, dengan bantuan situs jejaring sosial Facebook , para mahasiswa mengundang berbagai rekan-rekan dunia maya-nya untuk hadir dalam seminar ini. Dengan bantuan situs jejaring sosial ini, kita dimungkinkan untuk dapat melakukan promosi kepada masyarakat luas yang diundang dalam kegiatan tersebut. Dengan Bantuan facebook juga, kita hanya perlu membuat pampflet kemudian mempromosikanya di facebook dan membayar biaya iklan(Jika menggunakan fasilitas iklan). Bayangkan jika kita promosi menggunakan facebook, karena jumlah pengguna facebook di tanah air telah menginjak angka 13.870.120 user (sumber detiknet). Dalam seminar-nya, mahasiswa Teknik Komputer Unpad telah berhasil mendatangkan lebih dari 100 orang sebagai audience dalam seminar yang bertema tentang robotik dan sebagian besar audience nya adalah mahasiswa.

Memang sulit untuk membersihkan sampah visual yang telah tersebar dimana-mana, hal yang harus kita lakukan saat ini adalah mencegah semakin banyaknya penyebaran sampah visual yang mengganggu pemandangan kota.Mahasiswa sebagai penerus bangsa pada masa depan, memiliki berbagai peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat promosi visual pada kota kita.Seiring dengan banyak-nya kegiatan yang membutuhkan berbagai macam bentuk promosi, seperti yang telah dijelaskan diatas, mahasiswa dapat melakukan promosi tidak hanya di tempat-tempat umum saja, namun dapat di berbagai media seperti di mading,media massa, dan Internet, hal itu cukup membantu untuk mencegah terjadinya kerusakan Lingkungan pada kota kita.

Categories: Artikel
  1. villa
    May 28, 2010 at 4:48 pm

    great….

  2. July 1, 2010 at 8:53 am

    teman lama !!!
    nice artikel,,,ahahahahha

    uwe visit wordpress lu,,gi gada kejaan..
    kembangin bakat lu!!fuk uff!!😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s