Home > Artikel > Pendidikan Antisipasi Globalisasi

Pendidikan Antisipasi Globalisasi

Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Otonomi Daerah mengisyaratkan kepada kita semua mengenai kemungkinan – kemungkinan pengembangan suatu wilayah dalam suasana yang lebih kondusif dan wawasan yang lebih demokratis. Termasuk pula didalamnya , berbagai kemungknan pengelolaan dan pengembangan bidang pendidikan. Pemberlakuan undang-undang tersebut menuntut adanya perubahan pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralistik kepada yang lebih desentralistik.

Tilaar bahkan mempertegas bahwa desentralisasi pendidikan merupakan suatu keharusan. Menurutnya, ada tiga hal berkaitan dengan urgensi desentralisasi pendidikan. Ketiga hal tersebut adalah (a) pembangunan masyarakat demokrasi, (b) pengembangan social capital dan (c) peningkatan daya saing bangsa. Ketiga hal tersebut sudah lebih dari cukup untuk dijadikan alasan mengapa Desentralisasi Pendidikan harus dilakukan oleh bangsa Indonesia.

Ketika bendungan kekuasaan Negara Orde Baru ( NOB) yang sangat bersifat Hegemonik otoritarianisme tersebut hancur, kita akan menemukan berbagai sikap yang ditunjukan oleh berbagai daerah, ada yang ‘ muncrat’ tak terkendali, ada yang mengalir deras sehingga membuat jalur aliran sendiri, ada yang mengalir damai pada jalurnya, dan lain sebagainya. Pemerintah pusat,  sebagai pihak eksekutif yang menjalankan undang-undang otonomi daerah , berusaha agar tidak terdapat daerah yang menyikapi kondisi ini secara liar dan tak tekendali yang akan membentuk suatu keadaan reformasi yang ‘kebablasan’.

Kalau mau jujur dengan sendiri, sebenarnya masih banyak daerah di Indonesia ini yang tidak tahu ataupun belum siap untuk menerima berbagai perubahan kewenangan, termasuk menjalankan kewenangan bidang pendidikan ini. Alasan yang sering digunakan oleh daerah di antaranya, (a) sumber daya manusia ( SDM ) mereka yang belum memadai, (b) sarana dan prasarana belum tersedia, (c) anggaran pendapatan asli daerah ( PAD) mereka sangat rendah (d) secara psikologis, mental mereka terhadap sebuah perubahan belum siap, (e) mereka juga gamang atau takut terhadap upaya pembaharuan.

Namun demikian, pendidikan merupakan hal yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia yang selalu ingin berkembang dan berubah. Pendidikan merupakan hal yang mutlak ada dan selalu diperlukan selama ada kehidupan. Berbicara mengenai pendidikan, kita tidak dapat bertumpu hanya pada pendidikan formal ( sekolah ), tetapi harus mencakup prospek manajemen pendidikan  dan rencana secara nasional yang tidak terlepas dari kecenderungan global dewasa ini dan masa depan.

FILE- PENDIDIKAN ANTISIPASI GLOBALISASI

Categories: Artikel Tags: ,
  1. kusmanuji
    December 18, 2010 at 12:11 am

    UU Pemeritahn daerah itu no 32 tahun 2004 bukan 2002 mohon di ganti …..kerana ni tuk publik makcih

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s